Home

Showing posts with label Card to Post. Show all posts
Showing posts with label Card to Post. Show all posts

Monday, July 16, 2018

Melompat Ke Jakarta

Dua minggu di awal Juli, sedikit waktu untuk memutuskan mengambil sebuah lompatan besar sekali, nekat -tapi juga dengan rumit segala kemungkinannya dihitung oleh kepalaku. 

Segala siap dan ketidaksiapan aku tata rapi dalam koper yang tidak bisa aku angkat sendiri.

Pada titik itu aku mengingat sebuah kutipan sederhana, "...ketika masih ada ibumu, doanya akan membuatmu memenangkan sebanyak apapun hal di dunia ini."

Semudah itu, hingga Tuhan kemudian berkata, "Sekarang waktunya!"

Mamah dengan ringan dan sigap membuat seisi rumahku berpindah kembali ke rumah Uyut, tanpa keluhan, membuatnya senyaman mungkin, pun untuk Emen yang nantinya akan aku tinggal untuk sementara.

Baru sehari di Jakarta. Mungkin Mamah dan kopernya ke tanah suci perlahan sudah terisi, dan Emen yang murung hanya ada di kepalaku. Aku siap berlari lagi. Di hari terakhirku di Jogja, Aga mengajakku kembali mengingat pelarian-pelarianku yang menyenangkan. Terima kasih, Ga!

Saturday, November 29, 2014

'Ngelenong' di Pasar Seni

23 November 2014
Kelak akan aku ceritakan ke anak-cucu.


Hari bersejarah dimulai saat Mas Tata pulang dari kantor lewat dari jam biasanya ia pulang. Aku menimbang-nimbang kapan baiknya aku harus minta izin untuk boleh main ke Bandung. 'Main' di sini tidak main-main, aku bakalan pergi naik kereta api bersama teman CardtoPost Jogja, meet up dengan teman CardtoPost Bandung-Jakarta, dan seru-seruan di Pasar Seni ITB sambil jaga stand.

Ternyata moodnya sedang baik, entah mungkin persidangan hari itu berjalan lancar atau gajinya baru saja turun. Senyum sumringah dan "Hai Onyeng!" menyambutku di ruang tv, yang disambut malah bingung harus mulai bicara dari mana.

"Mas, aku boleh request sesuatu?" aku mulai dengan lembut.
"Ngapa?"
"Besok tgl 22 aku boleh ke Bandung sama anak CardtoPost? Ada pasar seni. Kita mau ke sana meet up sekalian jaga stand."
"Ya nggakpapa." kok gampang banget?
".....aman nggak tuh? Kapan-kapan suruh pada main ke sini biar aku kenal." ternyata bersyarat.....


Singkat cerita, 22 November, jam 8 malam, kereta ekonomi Kahuripan membawa rombongan menuju Bandung. Saking senangnya, kami malah sibuk berbincang sampai lewat pukul 12. Mas Juno, Mbak Fida, dan Mbak Tane ngobrol. Mbak Ella sudah duluan membungkus tubuhnya jadi mumi biar tidur nyenyak, Mas Aam pun. Lalu tinggal aku dan Vitri, ngobrol sebangku berdua.

Awalnya aku cuma baca Petir dan Vitri pakai headset. Mas Aam yang tadinya tidur pelan-pelan bangun, kelaparan dan membuka sebungkus keripik pare. Dikeluarkan juga sketch book dan perangkatnya. Mas Aam yang berenergi itu menggambar deretan tas di atas kepalaku, lalu menggambar aku, Vitri, Mas Jun, dan kami semua tertidur lagi.


Tidur itu terasa sangat lama dan sebentar-sebentar bangun membetulkan posisi. Apalagi bangku kereta yang tegak ini mulai bikin leherku sakit. 

Kami turun di stasiun terakhir, Kiaracondong. 
Di pintu keluar sudah ada Mas Kiram dan di mobil juga ada Mbak Ucha yang menjemput. Kami langsung let's go ke rumah Mbak Fanni. 


Kupat tahu dan kue cubit setengah matang bikinan mamang yang lewat depan rumah Mbak Fanni sudah bikin kita siap 'ngelenong' di Pasar Seni hari ini. Hanya Mbak Ucha, Mas Kiram, dan Mas Juno yang ikut mobil bersama barang-barang. Kami sisanya mencoba pengalaman seru naik angkot ehehe. Kami ganti angkot dua kali. Jalan macet mulai mengular di sekitar kampus ITB.

Agak perjuangan nyempil-nyempil di kerumunan orang, tapi akhirnya kami sampai di stand CardtoPost. Dekorpun baru bisa dilakukan setelah rombongan mobil dapat parkiran di basement rumah sakit.


Kami juga menjual kartu pos kreasi beberapa teman.
Setelah susun dagangan, aku, Mbak Ella, dan Mbak Fida bikin tali jemuran untuk gantung-gantung hasta karya bikinan pengunjung. Kami menyediakan blank postcard dengan template cardtopost dibelakangnya, pengunjung yang berminat bikin-bikin disediakan tikar duduk dan alat menggambar, stiker warna-warni juga ada. Kemudian setelah gambar depan, alamat pengirim, dan pesan sudah terisi lengkap, pengunjung tadi diharuskan menulis alamatnya di kertas kecil yang nantinya untuk di acak sebagai penerima kartu pos dari pengunjung lainnya. Terbayang kan efek kejutannya? Menerima balasan sekaligus berkenalan dengan teman baru :) 


Oh iya, stand kami sempat repot karena kebanjiran. Hari itu Pasar Seni diguyur hujan lebat tapi untungnya hanya sebentar-sebentar. Efeknya lumayan, karpet dalam stand tidak bisa digunakan untuk duduk karena basah, tanah lapang di depanpun juga tidak bisa digelari tikar karena becek. Untunglah antusiasme pengunjung tidak berkurang, stand malah penuh sesak dengan sibuknya pengunjung yang sedang bikin kartu pos. 


Terima kasih atas Pasar Seninya teman-teman! 
Terima kasih sudah bikin aku senyum-senyum selama setahun ini.
Dan selamat-selamat! Akhirnya CardtoPost sudah beranjak balita 3 tahun ehehehe

Salam peluk dari kami!
*Judul entri dicuplik dari caption di instagram Mas Juno.
*Foto-foto dari kompilasi berbagai kamera. Makasih Aga dan Mbak Fida atas share fotonya!

Thursday, June 26, 2014

Meet Up CardtoPost #1: Untuk Anak-Anak di Pedalaman Aceh

 


Minggu, 13 April 2014
Aku datang sendirian dan dipelataran parkir Benteng Vredeburg sudah ada Mbak Fida dan Mas Juno dengan tas penuh berisi makanan kecil. Setelah didekati, ternyata kami punya teman baru. Namanya Pak Sukma, paling berumur diantara kami, memakai tas ransel hitam, berkaos merah, celana jeans, dan sedang bercerita menggebu-nggebu tentang pengalamannya ke kantor pos baru-baru ini. Pak Sukma heran karena sekarang kantor pos tidak buka lagi di hari Minggu, kami pun menimpali dengan “Loh kan memang hari Minggu kantor pos tutup, Pak.”. Gelak tawa Pak Sukma keluar, ia baru sadar sudah lama tidak berkirim surat.

Tidak lama kemudian Janti datang, Tane, Mbak Ella, juga Wahyi. Karena peserta meet up sudah lumayan, kami pun masuk ke dalam benteng dan mencari tempat paling nyaman untuk guling-gulingan sambil bikin kartu pos. Waktu itu aku membawa bekal gethuk yang dibeli paginya di pasar dekat rumah, kukeluarkan dan langsung dilahap habis teman-teman yang kangen jajanan pasar.

Ditengah kami makan cemilan, Mas Juno mempersilakan Mbak Fida untuk langsung mulai dan menjelaskan proyek apa yang akan kami buat hari itu. Di paling ujung negara kita, di Pulau Sumatera, di pedalaman Aceh sedang ada relawan-relawan Indonesia Mengajar yang berjuang untuk mencerdaskan anak-anak Indonesia di sana, di tempat yang jauh dari fasilitas serba ada seperti di Pulau Jawa. Mbak Fida meminta kita untuk membuat sebuah kartu pos berisi semangat dan inspirasi untuk anak-anak pedalaman Aceh agar terus bersemangat belajar. Aku yang mampet ide, berpikir keras. Mas Aam di sampingku juga sama. Tapi teman-teman lain sudah mulai mencoreti kertas kosong di depan mereka. Oh iya, sikat gigi yang kami bawa digunakan sebagai kuas. Pertama-tama tuang pewarna makanan ke gelas Aqua bekas lalu campur sedikit air. Celupkan sikat gigi ke warna yang diinginkan, lalu ciprati kertasmu dengan sikat gigi tadi.


Hasil bikinanku sudah gagal dua kali, tiga kali sebenarnya, tapi aku menyerah di percobaan ketiga. Aku membuat kartu pos ‘Jangan Lupa Semangat!’, di belakangnya aku tulisi dengan cerita hobi-hobiku yang aneh-aneh dan kuliahku yang baru menginjak semester dua. Entahlah di mana letak kisah inspiratifnya hahaha. Mas Aam yang tadi mampet ide menggambar gadis yang sedang menari Jawa, pelan tapi pasti menggambar tanpa gagal.


Kami pun berfoto dengan karya masing-masing sebelum kartu kami itu di kirim ke Lhokseumawe. Prangko lima ribuan di tempelkan, alamat telah ditulis, akhirnya ia siap dititipkan ke Pak Pos pembawa surat :) 

Monday, January 27, 2014

Bikin-Bikin Edisi Pastel Crayon



Alphabet Cardku sudah jadi yee! Alphabet yang bertebaran ini sekarang udah rapi masuk plastik, tinggal tulis alamat dan isi kartu posnya. Terbebas deh dari air hujan dan tangan-tangan kotor yang bikin gambaran pastel crayonnya mbleber-mbleber. Suka nggak? Tunggu sampai mereka mengetuk rumahmu ;)

Huruf A-O. Semua favoritku kecuali si jellyfish -_-

Huruf P-Z. 

Friday, January 24, 2014

Bikin-Bikin Edisi Kolase

Yuk bikin-bikin!

Halo selamat liburan! Selamat senang-senang!
Liburanku hepi banget karena dibuka dengan bikin-bikin balesan postcard buat Tane dan Kak Juno. Iya cuman dua, kasian ya. Tapi nggak kasian deng, soalnya banyak juga temen baru yang mau kukirimin. Nah DIY postcard yang aku bikin sekarang bervariasi nih, kolase, cat air, sama pastel. Tapi sementara pamer yang kolase dulu ya, lainnya menyusul. 


Jadi ceritanya aku mau bikin postcard yang belum pernah ada di ruang pamer.
Semoga berhasil ditangan yang tepat biar beneran bisa terpamerkan di ruang pamer! Hihihi. 


Hahahahaha yang ini akhirnya takpek sendiri, soalnya aku suka quotenya. 
Jadi deh dia dijepit di sebelah Carrie si mail-a-roid.


Buat Kak Fertina yang katanya jago baca tarot. 
Pasti seru kalo bisa kopdar terus dibacain :3


Mumpung musim liburan, aku ngajakin Kak Juno ke geothermal spa di Islandia. 
Tuh sekalian berendem-berendem cantik sama mbak yang dipojokan itu. 
Kita ke Islandianya pake bajaj super cepatnya Bang Juri loh~


Emma Stone baru aja kumake-over. Cantik kan? 
Tan, itu beneran Emma Stone kamu harus percaya-_-


Ini sebenernya resep yang menyamar jadi kartu pos.
Limited edition hanya ada empat buah buat yang suka bikin kue.